Rencana Pelebaran Jalan Imbon dan Adis Hingga 6 Meter, Pemkot Siap Sinergi dengan Pemprov Atasi Kemacetan
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Wali Kota Pontianak Edi Kamtono nyatakan kesiapan sinergi lebarkan Jalan Adi Sucipto (Adis) dan Imam Bonjol (Imbon) hingga 6 meter demi urai kemacetan. (Foto: Prok.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan secara masif di wilayah Kecamatan Pontianak Tenggara. Salah satu poin strategis yang menjadi sorotan adalah rencana pelebaran dua ruas jalan utama berstatus provinsi, yakni Jalan Adi Sucipto (Adis) dan Jalan Imam Bonjol (Imbon).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat guna mengeksekusi pelebaran tersebut. Hal ini disampaikannya saat membuka Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara pada Kamis (5/2/2026).
“Kita siap melebarkan hingga enam meter kiri dan kanan, termasuk penataan ulang drainase dan penghijauan,” tegas Edi Rusdi Kamtono.
Langkah ini dinilai mendesak mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di Pontianak Tenggara yang menjadi pusat perkantoran, pendidikan, hingga kesehatan. Keberadaan Universitas Tanjungpura dengan puluhan ribu mahasiswa serta pusat perbelanjaan turut menyumbang volume kendaraan yang besar di ruas Adis dan Imbon.
Selain jalan provinsi, Edi juga memaparkan progres pembangunan jaringan inner ring road. Pada akhir tahun ini, pembangunan akan dimulai dari Paris II menuju Jalan Perdana sebagai terusan dari Jalan Harapan Jaya dan Cahaya Baru untuk memperlancar arus mobilitas warga.
Pemerintah Kota juga terus melakukan pelebaran ruas jalan kota yang rawan macet, seperti Jalan Paris II yang pengerjaannya telah dimulai melalui perubahan anggaran. Tahun ini, fokus pembangunan juga menyasar pada pelebaran jembatan serta pembangunan trotoar secara bertahap.
Meski infrastruktur di Pontianak Tenggara relatif sudah mantap, Edi mengakui masih ada tantangan di beberapa titik. Beberapa ruas seperti Jalan Gang Amali dan Jalan Aloevera belum dapat diintervensi secara optimal dikarenakan terkendala persoalan status lahan.
Melalui forum Musrenbang ini, Edi berharap seluruh usulan masyarakat dapat dirumuskan secara realistis dan terintegrasi. Tujuannya agar pembangunan infrastruktur jalan di Pontianak Tenggara benar-benar mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan kota secara berkelanjutan.
“Secara infrastruktur, jalan-jalan di Pontianak Tenggara relatif sudah mantap. Namun memang masih ada beberapa ruas yang belum bisa kita intervensi karena terkendala persoalan lahan,” pungkasnya
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar