Dari Kulit Kapuak Hingga Singapura, Natalia Desca Rina Bawa Brand Koyuko Go Global
- account_circle Tim
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

Natalia Desca Rina, perajin sepatu kulit Koyuko Pontianak, sukses raih pesanan dari Singapura dan India setelah pameran INACRAFT 2026. (Foto: Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pameran The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 menjadi titik balik gemilang bagi Natalia Desca Rina, seorang perajin sepatu kulit muda berbakat asal Pontianak. Dengan produk yang unik dan kualitas premium, Natalia berhasil menarik perhatian pengunjung, bahkan mendapatkan pesanan dari kancah internasional.
Natalia, pemilik akun Instagram @Koyuko_Official, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berharga ini. “Saya sangat beruntung bisa mengikuti pameran ini. Tidak hanya mempromosikan produk, tapi juga mendapatkan pengalaman berharga dan masukan dari perajin lain,” kata Natalia di stan Pontianak pada Jumat (6/2/2026).
Produk sepatu andalannya, yang mengusung brand Koyuko, memiliki ciri khas unik perpaduan kulit kayu kapuak dan kulit sapi lokal. Keunikan ini rupanya tidak hanya memikat hati pembeli biasa, tetapi juga berhasil mencuri perhatian Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, yang sempat membeli salah satu karyanya saat berkunjung ke Galeri Dekranasda Pontianak.
Saat ini, Natalia telah menerima pesanan dari Singapura dan India, baik melalui pameran maupun pemesanan online. Ia menjelaskan bahwa pembuatan sepatu Koyuko memerlukan proses yang panjang, mulai dari desain, produksi, hingga pengiriman, sehingga pembeli harus melakukan pemesanan terlebih dahulu.
Dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi, Natalia terus mengembangkan usahanya. Ia kini telah memiliki workshop yang lebih besar dan tim yang solid. Berbagai inovasi terus dilakukan untuk menciptakan sepatu kulit yang tidak hanya berkualitas tetapi juga sesuai dengan tren pasar global.
“Saya merasa bahwa kerja keras saya telah terbayar dan ingin terus mengembangkan usaha saya serta membawa nama Pontianak ke kancah internasional,” ucapnya penuh semangat.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menyatakan kebanggaannya atas capaian Natalia. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa produk kriya Pontianak memiliki daya saing, keunikan, dan kualitas yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
“Partisipasi pada INACRAFT 2026 menjadi bukti nyata bahwa pembinaan, pendampingan, dan promosi yang berkelanjutan dapat melahirkan perajin yang inovatif dan berdaya saing global,” tuturnya.
Dekranasda Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perajin lokal, khususnya generasi muda. Diharapkan kisah sukses Natalia ini dapat menjadi inspirasi bagi perajin lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya pada potensi lokal yang dimiliki.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar