Resmikan Masjid Al Ma’un Tunas Melati, Edi Kamtono Tekankan Kolaborasi Pembinaan Akhlak Anak Panti
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

Wali Kota Pontianak Edi Kamtono meresmikan Masjid Al Ma’un di Panti Asuhan Tunas Melati. Masjid ini diharapkan jadi pusat pembinaan karakter dan sosial anak. (Foto: Pro)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran ganda yang sangat vital, yakni sebagai tempat ritual keagamaan sekaligus pusat pembinaan sosial dan karakter. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan Masjid Al Ma’un yang berlokasi di lingkungan Panti Asuhan Tunas Melati, Pontianak, pada Jumat (6/2/2026).
Menurut Edi, keberadaan masjid di lingkungan panti asuhan sangat strategis dalam membentuk keimanan, akhlak, serta ketahanan mental anak-anak. Ia berpesan agar masjid tidak hanya megah secara fisik, tetapi harus dihidupkan dengan berbagai aktivitas nyata.
“Masjid di lingkungan panti asuhan harus menjadi tempat yang ramah bagi anak-anak, tempat mereka belajar nilai agama, membangun karakter, dan mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Edi, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, memastikan bahwa Pemerintah Kota akan terus memberikan dukungan terhadap fasilitas pendukung kemajuan umat.
“Pemkot Pontianak akan terus memberikan dukungan dan semangat untuk keberadaan panti asuhan dan masjid serta fasilitas lainnya demi kemajuan umat, kemajuan masyarakat, dan warga Kota Pontianak,” tegas Edi.
Selain sarana ibadah, Edi juga menyoroti pentingnya kualitas lingkungan dan fasilitas sosial lainnya. Pemerintah kota berkomitmen memberikan dukungan secara bertahap agar ekosistem pembinaan di panti asuhan dapat berkembang optimal.
Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari pengelola panti, pengurus masjid, hingga masyarakat sekitar untuk bersinergi. Kolaborasi ini dinilai kunci utama agar anak-anak panti tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.
Menjelang bulan suci Ramadan, Wali Kota mengajak elemen masyarakat untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat gerakan sosial yang memberi manfaat bagi sesama.
“Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian. Masjid harus menjadi pusat penguatan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gerakan sosial yang memberi manfaat nyata bagi sesama,” pungkas Edi Rusdi Kamtono.
Pemerintah Kota Pontianak berharap pembangunan kota tidak hanya tercermin dari infrastruktur fisik saja. Kualitas sumber daya manusia dan lingkungan sosial yang kuat diharapkan lahir dari ekosistem pembinaan umat yang berkelanjutan seperti ini.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar