Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » Nasional » KPK Ingatkan Risiko Korupsi Jika Pilkada Dipilih DPRD: Transaksi Kekuasaan Mengintai

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Jika Pilkada Dipilih DPRD: Transaksi Kekuasaan Mengintai

  • account_circle Pontianak Metro
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti bahaya laten korupsi dalam wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Lembaga antirasuah itu menilai pemusatan kewenangan pada segelintir elite politik justru membuka ruang transaksi kekuasaan yang sulit terpantau publik.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam Focus Group Discussion bertajuk Pilkada Melalui DPRD—Menyoal Biaya Tinggi Politik bersama Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

“Bagi KPK, yang paling penting bukan bagaimana kepala daerah dipilih, melainkan untuk siapa kekuasaan itu dijalankan,” kata Setyo.

Ia menggambarkan skema Pilkada melalui DPRD sebagai piramida terbalik. Dalam mekanisme itu, keputusan strategis ditentukan di ruang-ruang sempit—komisi, fraksi, dan sidang DPRD—oleh segelintir aktor politik, sementara dampaknya dirasakan oleh jutaan warga. Pola ini, menurut Setyo, rawan melahirkan state capture corruption, ketika kebijakan publik dikendalikan kepentingan tertentu dan fungsi pengawasan melemah.

“Kepala daerah berpotensi merasa berutang budi kepada DPRD, bukan kepada rakyat,” ujarnya.

Setyo menegaskan, selama diskresi politik terkonsentrasi dan akuntabilitas publik rendah, praktik korupsi akan terus berulang, apa pun sistem Pilkada yang diterapkan. Menurut dia, meski pemilihan melalui DPRD mempersempit jumlah pengambil keputusan, justru di situlah peluang transaksi kekuasaan membesar.

“Keputusan ada di ruang komisi, ruang fraksi, ruang DPRD, hingga ruang sidang. Dari perspektif kami, ini meningkatkan risiko transaksi politik,” kata Setyo.

KPK mencatat akar persoalan korupsi kepala daerah—baik dalam sistem pemilihan langsung maupun tidak langsung—bermuara pada politik biaya tinggi. Praktik tersebut mendorong ijon politik kepada donatur dan pemodal. Namun, Setyo menilai Pilkada langsung masih menyediakan ruang koreksi publik yang lebih luas.

“Pilkada langsung memang tidak kebal dari korupsi, tetapi memberi ruang pengawasan publik yang jauh lebih besar,” ucapnya.

Dalam diskusi yang sama, akademisi Otonomi Daerah Indonesia Djohermansyah Djohan menyoroti celah konstitusional dalam frasa “dipilih secara demokratis” yang digunakan untuk pemilihan kepala daerah. Frasa itu berbeda dengan pemilihan presiden yang secara tegas mewajibkan pemilihan langsung oleh rakyat.

“Seharusnya disebut dipilih secara langsung oleh rakyat. Tapi yang digunakan adalah frasa dipilih secara demokratis, sehingga membuka ruang tafsir,” kata Djohan.

Melalui forum tersebut, KPK menegaskan reformasi sistem Pilkada seharusnya tidak semata didorong alasan efisiensi biaya. Perubahan mekanisme, menurut KPK, mesti berpijak pada nilai ideologis kekuasaan yang bersih, bebas dari intervensi cukong politik, dan berpihak pada kepentingan publik. Diskusi ini turut dihadiri Sekretaris Fraksi Partai Golkar Sari Yuliati beserta jajaran partai. (*/)

  • Penulis: Pontianak Metro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahasia Matcha Cookies Renyah, Lumer, dan Anti-Gagal Cocok untuk Lebaran!

    Rahasia Matcha Cookies Renyah, Lumer, dan Anti-Gagal Cocok untuk Lebaran!

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com- Mencari resep kue kering yang unik untuk Lebaran 2026? Figo Alfares membagikan rahasia pembuatan Matcha Nut Cookies yang sempat masuk dalam daftar kue kering terfavoritnya. Dengan perpaduan gurihnya kacang sangrai dan lumeran cokelat green tea, kue ini dipastikan akan langsung ludes dalam sekejap! Berikut adalah panduan lengkap dengan takaran bahan: Bahan Utama: Margarin (Bisa […]

  • IPM Pontianak Tembus 82,80, Bahasan Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter di Era Digital

    IPM Pontianak Tembus 82,80, Bahasan Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter di Era Digital

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak terus mempertegas komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa tanggung jawab mendidik generasi masa depan tidak boleh hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan harus menjadi gerakan kolektif. “Kita semua, pendidik, orang tua, dan masyarakat, […]

  • Kepergok Bawa Jala dan Hasil Curian, Dua Pencuri Buah di Gang Srikaya Jeruju Diamankan

    Kepergok Bawa Jala dan Hasil Curian, Dua Pencuri Buah di Gang Srikaya Jeruju Diamankan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Personel Polresta Pontianak berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga sebagai spesialis pencurian buah dalam sebuah patroli malam rutin pada Minggu (25/1/2026). Kedua pelaku diringkus saat tengah melancarkan aksinya di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso (Jeruju), Gang Srikaya, Kecamatan Pontianak Barat. Penangkapan ini bermula dari kesiapsiagaan petugas yang tengah menyisir wilayah hukum Polresta […]

  • Jelang Imlek, Karantina Entikong Sita 9 Kemasan Bibit Bambu Hias Asal Malaysia

    Jelang Imlek, Karantina Entikong Sita 9 Kemasan Bibit Bambu Hias Asal Malaysia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong memperketat pengawasan di gerbang lintas batas negara. Langkah ini membuahkan hasil dengan digagalkannya upaya pemasukan sembilan kemasan bibit bambu hias asal Malaysia dalam operasi pengawasan rutin pada Selasa (03/02/2026). Komoditas tersebut terdeteksi berisiko membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang dapat mengancam stabilitas ekosistem pertanian […]

  • Presiden Prabowo Targetkan 80 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis, Karolin Siap Perluas hingga Pedalaman Landak

    Presiden Prabowo Targetkan 80 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis, Karolin Siap Perluas hingga Pedalaman Landak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Hendri M
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan keputusan strategis negara untuk mencetak generasi unggul. Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, pada Senin (2/2/2026). Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55–60 juta penerima manfaat sejak tahun 2025 […]

  • Simfoni Cinta di Parindu: Penampilan Memukau Judika dan Hijau Daun di Sanggau Berjalan Aman dan Tertib

    Simfoni Cinta di Parindu: Penampilan Memukau Judika dan Hijau Daun di Sanggau Berjalan Aman dan Tertib

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Panggung hiburan di Kabupaten Sanggau mencapai puncak kemeriahannya lewat gelaran Pusat Damai Fest 2026 bertajuk Shimphoni Of Heart. Ribuan pasang mata menjadi saksi penampilan memukau dua bintang besar nasional, Judika dan Hijau Daun di Sanggau, pada Sabtu (14/2/2026). Bertempat di Halaman Rumah Betang Ompuk Hibun Panu, Dusun Serarong, Kecamatan Parindu, konser ini berhasil […]

expand_less