Dari Kenya hingga Belanda, Ribuan Pelari Internasional Padati Pontianak City Run 2026 Jelang Imlek
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- print Cetak

Pontianak City Run 2026 sukses digelar dengan 6.000 peserta mancanegara. Wali Kota Edi Kamtono sebut ajang ini dongkrak ekonomi dan pariwisata daerah. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Gelaran Pontianak City Run 2026 sukses menyedot perhatian dunia olahraga tanah air dan internasional. Sebanyak 6.000 pelari memadati rute-rute jalanan Kota Khatulistiwa pada Minggu (15/2/2026) untuk memperebutkan gelar di kategori 41 kilometer, 21 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme peserta yang tidak hanya datang dari wilayah Kalimantan Barat, tetapi juga mancanegara.
“Alhamdulillah pesertanya sekitar enam ribuan. Ini bukan hanya dari Pontianak, tapi juga dari berbagai daerah, bahkan ada dari Kuching (Malaysia) dan Kenya,” ujar Edi Rusdi Kamtono di lokasi acara.
Bagi Edi, ajang tahunan ini telah berevolusi dari sekadar lomba lari menjadi instrumen penggerak ekonomi dan pariwisata. Kedatangan ribuan pelari dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, hingga Makassar berdampak langsung pada tingkat keterisian hotel dan geliat kuliner UMKM lokal.
“Tujuan kita memang bukan hanya olahraga. Kita ingin event ini menarik wisatawan, apalagi menjelang Imlek dan Cap Go Meh. Jika dikolaborasikan dengan seni dan budaya, saya yakin Pontianak City Run akan semakin besar,” tambahnya.
CEO Sporta Indonesia selaku penyelenggara, Ongky Lesmana, mencatat partisipasi pelari asing tahun ini meningkat signifikan. Selain Malaysia dan Kenya, pelari dari Belanda dan Jepang juga turut ambil bagian dalam memeriahkan trek lari di Pontianak.
“Ini luar biasa, karena event seperti ini dapat mendatangkan potensi sport tourism di Kota Pontianak. Kehadiran peserta mancanegara menjadi indikator meningkatnya citra kota sebagai destinasi olahraga tingkat internasional,” terang Ongky.
Di sisi lain, Wali Kota Edi Kamtono juga mengingatkan agar momentum besar ini tetap dijaga dalam suasana damai dan toleran. Mengingat pelaksanaan event ini berdekatan dengan persiapan memasuki bulan suci Ramadan dan rangkaian perayaan keagamaan lainnya, ia berharap keharmonisan warga tetap menjadi prioritas utama.
“Kita ingin Pontianak tetap menjadi kota yang toleran dan damai. Semua kegiatan, baik olahraga maupun keagamaan, harus berjalan lancar,” tutupnya.
Penyelenggara berharap Pontianak City Run dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan konsep yang lebih kolaboratif, guna memperkuat posisi Pontianak sebagai kota penyelenggara event olahraga berskala global di masa depan.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar