Sabtu, 13 Jun 2026
Trending Tags
Beranda » Bersinar » Satu Langit Dua Perayaan: Gempita Pawai Obor Ramadan dan Kembang Api Imlek di Pontianak

Satu Langit Dua Perayaan: Gempita Pawai Obor Ramadan dan Kembang Api Imlek di Pontianak

  • account_circle Pro/Tim
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com — Malam di Kota Pontianak pada Senin (16/2/2026) menyuguhkan pemandangan yang magis dan langka. Langit Khatulistiwa tidak hanya diterangi oleh lampu jalan, melainkan perpaduan dua cahaya tradisi yang berbeda: api obor yang menyala untuk menyambut Ramadan dan lampion merah yang anggun menyambut Tahun Baru Imlek.

Di sepanjang Jalan A. Yani dan Jalan Karet, ribuan umat Muslim tumpah ruah mengikuti Pawai Obor menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Gema takbir dan selawat bersahutan, menciptakan suasana religi yang kental. Namun di sudut lain, seperti di Jalan Gajahmada, suara petasan dan kembang api meletus di udara, menandai malam pergantian tahun bagi warga Tionghoa.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut momentum unik ini sebagai wajah asli toleransi yang hidup dan nyata di kotanya.

“Ini adalah kegiatan budaya, keagamaan, dan religi. Komitmen kita menyambut bulan suci Ramadan harus dilaksanakan dengan baik, tapi pada saat yang sama, kita juga menghormati saudara-saudara kita yang merayakan Imlek,” ujar Edi usai melepas pawai di halaman Masjid Raya Mujahidin.

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang menghadiri Festival Pawai Obor di Kecamatan Pontianak Barat, menilai tradisi ini bukan sekadar syiar agama, melainkan aset pariwisata berbasis budaya.

“Pariwisata di Pontianak tidak hanya berbasis hiburan, tetapi berlandaskan nilai budaya, religi, dan kearifan lokal. Ini memberikan pengalaman berkesan bagi masyarakat dan wisatawan,” kata Bahasan di GOR Bulu Tangkis Jalan Tabrani Ahmad.

Kepala Disporapar Kota Pontianak, Rizal Al Mutahar, menambahkan bahwa keterlibatan berbagai elemen mulai dari anak-anak hingga majelis taklim menunjukkan kuatnya ukhuwah masyarakat. Ia berharap tradisi ini kedepannya dapat dikelola lebih merata di setiap kecamatan untuk memperluas jangkauan syiar dan dampak ekonominya.

Di kota yang dibelah Sungai Kapuas ini, obor dan lampion menjadi metafora kebersamaan yang kokoh. Meskipun memiliki makna dan tradisi yang berbeda, keduanya sama-sama menerangi malam, membuktikan bahwa di bawah langit yang sama, harmoni tetap menjadi pilihan utama warga Pontianak.

  • Penulis: Pro/Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PA Bengkayang Gelar Sidang Keliling dan BRC Mobile, Permudah Warga Urus Perkara

    PA Bengkayang Gelar Sidang Keliling dan BRC Mobile, Permudah Warga Urus Perkara

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pengadilan Agama (PA) Bengkayang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di wilayah pelosok. Pada Kamis (29/01/2026), tim PA Bengkayang melakukan perjalanan sejauh 50 kilometer untuk menggelar Sidang Keliling dan layanan BRC Mobile di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sanggau Ledo. Layanan ini dirancang khusus untuk memangkas hambatan jarak dan waktu […]

  • Operasi Subuh di Sungai Pawan Ketapang: Penyelundupan 600 Kayu Bulat Digagalkan

    Operasi Subuh di Sungai Pawan Ketapang: Penyelundupan 600 Kayu Bulat Digagalkan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil memutus rantai peredaran kayu ilegal skala besar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dalam operasi senyap yang digelar pada Sabtu (17/1/2026) dini hari, petugas mengamankan ratusan batang kayu bulat yang diselundupkan melalui jalur perairan. Tim menyergap sebuah rakit raksasa berisi kurang lebih 600 batang kayu bulat […]

  • Warga Pallima Sambut Jembatan Kapuas III dengan Kerja Bakti, Ismail: Ini Program Unggulan Pak Wali

    Warga Pallima Sambut Jembatan Kapuas III dengan Kerja Bakti, Ismail: Ini Program Unggulan Pak Wali

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Suasana Taman Pal Lima di Jalan Karet, Pontianak Barat, mendadak riuh dengan aktivitas warga yang memegang sapu dan cangkul. Pada Minggu (25/1/2026) pagi, masyarakat bahu-membahu membersihkan parit dan mengangkut sampah dalam agenda gotong royong serentak yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak. Ketua RT 06 RW 06 Kelurahan Pallima, Zainal Arifin, menyambut hangat […]

  • Kepergok Bawa Jala dan Hasil Curian, Dua Pencuri Buah di Gang Srikaya Jeruju Diamankan

    Kepergok Bawa Jala dan Hasil Curian, Dua Pencuri Buah di Gang Srikaya Jeruju Diamankan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Personel Polresta Pontianak berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga sebagai spesialis pencurian buah dalam sebuah patroli malam rutin pada Minggu (25/1/2026). Kedua pelaku diringkus saat tengah melancarkan aksinya di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso (Jeruju), Gang Srikaya, Kecamatan Pontianak Barat. Penangkapan ini bermula dari kesiapsiagaan petugas yang tengah menyisir wilayah hukum Polresta […]

  • Nekat Balap Liar Saat Pawai Gerobak Sahur, 22 Motor Diamankan Polres Kapuas Hulu di Putussibau

    Nekat Balap Liar Saat Pawai Gerobak Sahur, 22 Motor Diamankan Polres Kapuas Hulu di Putussibau

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Jajaran Polres Kapuas Hulu kembali menunjukkan komitmen dalam menjaga ketertiban masyarakat dengan menggelar penertiban aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong. Operasi ini menyasar wilayah Kota Putussibau pada Jumat (19/01/2026) dini hari. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Mapolres Kapuas Hulu pada pukul 00.00 WIB. Personel gabungan dari Sat Lantas, Samapta, Intelkam, Narkoba, […]

  • Sah Jadi WBTB! Tradisi “Aek Pengusir” dan Kue Cengkaruk Mempawah Terima Sertifikat Nasional

    Sah Jadi WBTB! Tradisi “Aek Pengusir” dan Kue Cengkaruk Mempawah Terima Sertifikat Nasional

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Kabupaten Mempawah kembali menorehkan prestasi di bidang pelestarian budaya. Tiga kekayaan kuliner khas Bumi Galaherang, yakni Aek Serbat, Kue Cengkaruk, dan Kue Dokok-dokok Telanjang, kini resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional. Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kepada Bupati Mempawah, Erlina, usai Upacara […]

expand_less