Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » News » Ketika Ilmu BK Bertemu Kehidupan Nyata : Mahasiswa Universitas PGRI Pontianak Belajar Menjadi Konselor Humanis Melalui Kerja Kuliah Lapangan (KKL)

Ketika Ilmu BK Bertemu Kehidupan Nyata : Mahasiswa Universitas PGRI Pontianak Belajar Menjadi Konselor Humanis Melalui Kerja Kuliah Lapangan (KKL)

  • account_circle Eli Trisnowati, M.Pd & Toni Elmansyah, M.Pd
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pontianakmetro.com – Tawa anak-anak berkebutuhan khusus di ruang kelas SLSB, kisah perjuangan para residen di rumah rehabilitasi, hingga cerita kehidupan para lansia menjadi ruang belajar yang tak ditemukan di bangku kuliah. Selama lima hari, 3 – 7 Agustus 2026, sebanyak 40 mahasiswa Semester VI Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Pontianak merasakan secara langsung bagaimana ilmu BK bertemu dengan realitas kehidupan melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan.

Kegiatan ini di laksanakan di tiga Lembaga Mitra, yakni Yayasan Rumah Rahayu, SLB Bina Anak Bangsa, dan Graha Werdha Marie Joseph. Untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung optimal, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai lokasi penempatan. Setiap kelompok didampingi oleh dosen pembimbing lapangan sehingga proses observasi, interaksi, refleksi, dan evaluasi dapat berlangsung secara intensif. Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 12 dosen Program Studi BK yang terbagi di ketiga lokasi tersebut.

Menurut Ketua Pelaksana KKL, Eli Trisnowati, yang juga merupakan Pengelola Laboratorium Program Studi BK, mengatakan bahwa pengalaman langsung diperlukan agar mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan realitas kehidupan.

“Di ruang kuliah, mahasiswa mempelajari teori dan berbagai pendekatan konseling. Namun, melalui KKL mereka belajar memahami manusia secara utuh. Karena itu, mahasiswa dan dosen kami bagi ke dalam beberapa kelompok agar pendampingan berlangsung lebih intensif dan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna,” jelas Eli.

Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja sebagai konselor.

Sementara itu, Ketua Program Studi BK Universitas PGRI Pontianak, Kamaruzzaman, menegaskan bahwa pembelajaran di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang profesional.

“Kami ingin lulusan BK memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan kepedulian sosal. Pengalaman berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat akan memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan layanan yang professional, adaptif, dan humanis,” ujarnya.

Belajar dari Beragam Kondisi Kehidupan

Di Yayasan Rumah Rahayu, mahasiswa berinteraksi dengan para residen yang sedang menjalani proses rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Mereka mendengarkan kisah perjuangan, mengikuti diskusi kelompok, serta belajar memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan dukungan psikologis, sosial, dan penerimaan dari lingkungan.

Jintar Sandra Nainggolan, salah seorang mahasiswa yang mengikuti KKL di Rumah Rahayu, mengaku mendapatkan pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap proses pendampingan.

“Saya belajar bahwa menjadi konselor bukan hanya memberikan solusi. yang paling penting adalah mampu mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan harapan kepada mereka yang sedang berjuang memperbaiki hidupnya. Pengalaman ini benar-benar membuka cara pandang saya tentang profesi konselor,” tuturnya.

Di SLB Bina Anak Bangsa, mahasiswa mendamoingi peserta didik berkebutuhan khusus melalui berbagai aktivitas edukatif, permainan, pembelajaran, dan kegiatan seni. Interaksi tersebut mengajarkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

Kepala SLB Bina Anak Bangsa, Wahyu Fitrahadi, mengapresiasi kehadiran mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

“Mahasiswa BK Universita PGRI Pontianak tidak hanya dating untuk melakukan observasi, tetapi benar-benar terlibat mendampingi anak-anak. Kehadiran mereka memberikan suasana baru yang menyenangkan bagi poeserta didik sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami layanan pendidikan khusus,” ungkapnya.

Sementara itu, di Graha Werdha Marie Joseph, mahasiswa menghabiskan waktu bersama para lansia melalui kegiatan berbincang, mendengarkan kisah kehidupan, membantu aktivitas sederhana, hingga memberikan pendampingan sosial. Dari lokasi ini, mahasiswa belajar bahwa perhatian, penghargaan, dan kesediaan mendengarkan sering kali menjadi bentuk layanan yang paling bermakna.

Menurut Toni Elmansyah, selaku Sekretaris Program Studi BK sekaligus dosen pengampu mata kuliah BK dalam Kondisi Khusus, pemilihan ketiga lokasi tersebut dilakukan secara sadar untuk memperkenalkan mahasiswa pada keragaman setting layanan BK.

“Lulusan BK tidak hanya bekerja di sekolah. Mereka juga memiliki peluang berkiprah di Lembaga rehabilitasi, pendidikan khusus, maupun Lembaga kesejahteraan sosial. Karena itu mahasiswa perlu memiliki pengalaman langsung agar mampu memahami karakteristik layanan pada setiap setting tersebut,” jelasnya.

Melalui pendampingan dosen di setiap kelompok, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga memperoleh ruang untuk berdiskusi, merefleksikan pengalaman, dan mengaitkan setiap temuan lapangan dengan teori yang dipelajari selama perkuliahan.

Kegiatan KKL ini menjadi wujud komitmen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, professional dalam praktik, dan humanis dalam pelayanan. Sebab pada akhirnya, menjadi konselor bukan sekadar menguasai teori dan teknik konseling, melainkan juga memiliki kepekaan untuk hadir, mendengarkan, serta mendampingi setiap individu dengan penuh empati dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan.

 

Penulis :

Eli Trisnowati, M.Pd

Toni Elmansyah, M.Pd

  • Penulis: Eli Trisnowati, M.Pd & Toni Elmansyah, M.Pd
  • Editor: Anisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Apresiasi Atlet Polri Peraih Medali SEA Games 2025, Siapkan Kenaikan Pangkat dan Jalur Promosi

    Kapolri Apresiasi Atlet Polri Peraih Medali SEA Games 2025, Siapkan Kenaikan Pangkat dan Jalur Promosi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada atlet-atlet Polri yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games 2025. Tercatat sebanyak 38 personel Polri meraih medali dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Malam Apresiasi Sang Juara Polri untuk Indonesia yang digelar di The Tribrata, […]

  • PA Bengkayang Gelar Sidang Keliling dan BRC Mobile, Permudah Warga Urus Perkara

    PA Bengkayang Gelar Sidang Keliling dan BRC Mobile, Permudah Warga Urus Perkara

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pengadilan Agama (PA) Bengkayang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di wilayah pelosok. Pada Kamis (29/01/2026), tim PA Bengkayang melakukan perjalanan sejauh 50 kilometer untuk menggelar Sidang Keliling dan layanan BRC Mobile di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sanggau Ledo. Layanan ini dirancang khusus untuk memangkas hambatan jarak dan waktu […]

  • Nonton Cap Go Meh Singkawang Tanpa Desak-desakan? Ini Rahasia Pesan Tiket Podium dan Jasa Pemandu Budaya!

    Nonton Cap Go Meh Singkawang Tanpa Desak-desakan? Ini Rahasia Pesan Tiket Podium dan Jasa Pemandu Budaya!

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 yang legendaris di Kota Singkawang, wisatawan mulai berburu akses terbaik untuk menyaksikan parade Tatung. Bagi Anda yang mendambakan pengalaman menonton festival kelas dunia ini dengan kenyamanan ekstra, layanan tiket podium khusus dan pemandu budaya kini telah tersedia. Untuk mendapatkan akses tersebut, wisatawan dapat menghubungi Herfin […]

  • Gatotkaca dan Batik Buka M7 World Championship 2026 di Jakarta

    Gatotkaca dan Batik Buka M7 World Championship 2026 di Jakarta

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Tokoh Gatotkaca, batik, dan seni pertunjukan tradisi membuka M7 World Championship 2026, kejuaraan dunia gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta. Ajang esports berskala global ini dimanfaatkan pemerintah untuk menampilkan identitas budaya Indonesia kepada komunitas gim internasional. Kejuaraan dunia MLBB tersebut dibuka Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene […]

  • Kultum di Masjid Raya Singkawang, Wawako Muhammadin Ajak Jamaah Jaga Lisan dan Bijak Bermedsos

    Kultum di Masjid Raya Singkawang, Wawako Muhammadin Ajak Jamaah Jaga Lisan dan Bijak Bermedsos

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyampaikan kultum singkat sebelum pelaksanaan Salat Tarawih berjamaah di Masjid Raya Singkawang pada Kamis (19/2/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan nikmat hidayah yang memungkinkan mereka kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan. Muhammadin menyebut bahwa kehadiran Ramadan merupakan wujud nyata kasih sayang Allah kepada […]

  • Fondasi Kepercayaan Diri: Prinsip Materi Public Speaking

    Fondasi Kepercayaan Diri: Prinsip Materi Public Speaking

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com- Dalam dunia komunikasi publik, rasa percaya diri tidak muncul secara tiba-tiba. Maya Rachma menekankan bahwa hanya pembicara yang mempersiapkan diri dengan baik yang layak memiliki rasa percaya diri. Menurut Maya Rachma, persiapan yang matang adalah kunci utama untuk menghilangkan keraguan saat tampil. Sebelum masuk ke tahap latihan gaya bicara, seorang pembicara harus terlebih dahulu […]

expand_less