Sering Batuk Berdahak? dr. Tirta Bongkar Rahasia Mengapa Dahak Harus Dikeluarkan!
- account_circle Anwar
- calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
- print Cetak

dr. Tirta Mandira Hudhi dalam sebuah podcast. | Sering Batuk Berdahak? dr. Tirta Bongkar Rahasia Mengapa Dahak Harus Dikeluarkan! (FOTO: Tangkapan Layar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Masalah batuk berdahak seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang bertanya-tanya, apakah dengan sekadar mengeluarkan dahak, batuk bisa sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan obat-obatan?
Menanggapi hal tersebut, dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, memberikan edukasi melalui kanal YouTube pribadinya. Menurut lulusan kedokteran UGM ini, dahak atau mukosa sebenarnya adalah bentuk pertahanan alami tubuh.
Dahak: Respon Tubuh Terhadap Zat Asing
Dokter Tirta menjelaskan bahwa dahak muncul karena adanya benda asing atau infeksi yang masuk ke dalam saluran pernapasan.
“Dahak itu adalah sebuah mukosa yang dikeluarkan oleh tubuh dikarenakan kalian ada debu yang berlebihan, corpus alienum namanya (zat asing), atau ketika Anda terjadi infeksi jadi lendir di sini,” ungkap dr. Tirta dalam video yang diunggah pada 18 Maret 2025.
Saat lendir tersebut menumpuk, saraf akan memberikan respon berupa batuk atau bersin agar lendir tersebut keluar. Namun, ia mengingatkan bahwa memaksa mengeluarkan dahak terlalu sering juga bisa berisiko menyebabkan radang pada tenggorokan.
Fungsi Obat Ekspektoran
Dalam dunia medis, terdapat kategori obat yang dikenal sebagai ekspektoran. Obat ini berfungsi untuk mempermudah pengeluaran dahak agar jalan napas kembali lega.
“Makanya ada yang namanya obat-obatan yang berfungsi untuk ekspektoran alias mengeluarkan dahak, kayak GG namanya. GG singkatannya adalah Guaifenesin, itu salah satu obat untuk mengeluarkan dahak,” jelas dokter kelahiran Surakarta ini.
Ia menambahkan, batuk berdahak sering dialami oleh perokok berat atau pengguna vape dengan pengaturan panas yang tinggi. Kondisi ini membuat produksi lendir menjadi lebih aktif.
Bolehkah Dahak Ditelan Kembali?
Pertanyaan unik yang sering muncul adalah mengenai keamanan menelan dahak. Dokter Tirta menyebutkan secara medis hal itu tidak berbahaya bagi organ dalam, namun tentu saja kurang etis dari sisi kebersihan.
“Kalau dahak ditelan bisa? Bisa masuk ke lambung, cuma kan jijik saja nelan dahak,” seloroh pria yang juga dikenal sebagai pebisnis sukses ini.
Sebagai kesimpulan, mengeluarkan dahak memang membantu membersihkan saluran napas dari kuman dan debu, namun jika batuk terus berlanjut, penggunaan obat ekspektoran yang tepat sangat disarankan agar pembersihan lendir lebih optimal tanpa melukai tenggorokan.
- Penulis: Anwar
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Youtube

Saat ini belum ada komentar