Pemkot Bidik Pembangunan SMP & SMA Baru di 2027, IPM Pontianak Tembus 82,80
- account_circle Tim
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- print Cetak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono susun RKPD 2027. Fokus pada infrastruktur, pembangunan SMP/SMA baru, dan peningkatan IPM yang kini lampaui nasional. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Pontianak pada tahun 2027 akan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang inklusif serta penguatan pelayanan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2027 di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak pada Kamis (29/1/2026).
Wali Kota menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan tidak hanya mengejar angka, tetapi juga kualitas yang berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja dan pengurangan kesenjangan masyarakat. Berdasarkan evaluasi program tahun 2025 dan 2026, infrastruktur dasar tetap menjadi tulang punggung pembangunan.
“Kita mengevaluasi apa saja yang sudah berjalan. Banyak program yang akan dilanjutkan, terutama peningkatan infrastruktur seperti jalan, trotoar, drainase, dan saluran. Infrastruktur tetap menjadi fokus utama,” ujar Edi Rusdi Kamtono.
Selain jalan dan drainase, sektor pendidikan menjadi sorotan utama dalam rencana tahun 2027. Merespons aspirasi masyarakat dalam Musrenbang, Edi memetakan kebutuhan mendesak akan gedung sekolah baru di beberapa wilayah strategis.
“Kami juga fokus menunjang Sekolah Rakyat yang sedang berjalan, sekaligus memetakan kebutuhan sekolah baru. Hasil musrenbang menunjukkan masih perlunya SMP di wilayah timur dan barat, serta SMA di Pontianak Timur,” jelasnya.
Di sektor kesehatan, Pemkot berkomitmen meningkatkan fasilitas Puskesmas dan Rumah Sakit milik pemerintah, terutama di wilayah Pontianak Barat dan Utara, termasuk memperkuat kerja sama layanan BPJS Kesehatan dengan pihak swasta.
Optimisme pembangunan ini didukung oleh indikator makro yang sangat solid. Wali Kota memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak saat ini tercatat sebesar 82,80, jauh melampaui IPM Provinsi Kalbar (72,09) maupun IPM Nasional (75,90).
“Capaian ini terbentuk dari meningkatnya usia harapan hidup yang mencapai 75,96 tahun, harapan lama sekolah 15,07 tahun, rata-rata lama sekolah 10,48 tahun, serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan sebesar Rp16,7 juta per tahun,” urai Edi.
Selain IPM yang tinggi, angka kemiskinan di Pontianak pada 2025 berhasil ditekan hingga 4 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 8,47 persen. Namun, Edi mengakui masih ada tantangan besar pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berada di angka 7,91 persen, di mana angka ini masih di atas rata-rata provinsi.
Melalui forum koordinasi ini, Edi berharap keterbatasan anggaran dan SDM dapat diatasi dengan strategi pembangunan yang tepat sasaran, partisipatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Khatulistiwa.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar