Bupati Sujiwo Ancam Cabut Izin Pangkalan Elpiji di Kubu Raya yang Jual di Atas HET
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

Bupati Kubu Raya Sujiwo tegaskan sanksi cabut izin bagi pangkalan elpiji yang jual di atas HET Rp18.500. Masyarakat diminta lapor jika temukan harga mahal. (Foto: Pro)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pemilik pangkalan elpiji bersubsidi di wilayahnya. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi pangkalan yang berani menjual gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp18.500.
Sanksi berat berupa pencabutan izin usaha telah disiapkan bagi mereka yang terbukti melanggar aturan tersebut. Sujiwo menilai, praktik permainan harga ini sangat merugikan masyarakat luas dan merusak tatanan distribusi energi bersubsidi.
“Tidak hanya masyarakat yang dirugikan, tapi kalau ketahuan, pangkalan juga akan kena imbasnya. Saya pastikan jika ada pangkalan yang nakal dan terbukti tidak menaati aturan, izinnya akan dicabut,” tegas Sujiwo saat meninjau operasi pasar elpiji bersubsidi di halaman Kantor Camat Sungai Raya pada Jumat (30/1/2026).
Sebagai langkah nyata dalam mengatasi kelangkaan serta menjaga stabilitas harga di lapangan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya gencar menggelar operasi pasar di berbagai kecamatan. Upaya ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memang menjadi sasaran utama subsidi pemerintah.
“Ini ditujukan untuk membantu masyarakat khususnya mereka yang berhak menerima gas bersubsidi. Makanya saat ini kita lakukan operasi gas elpiji tiga kilogram,” jelasnya.
Selain memperketat pengawasan, Sujiwo juga telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina guna menjamin kelancaran pasokan di wilayah Kubu Raya. Ia mendesak agar kuota gas untuk kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal tanpa kendala distribusi.
“Saya sudah meminta kepada Pertamina agar target elpiji di Kubu Raya khususnya untuk masyarakat bisa terpenuhi,” ucap Sujiwo.
Bupati turut mengajak peran aktif masyarakat untuk ikut mengawasi peredaran elpiji di lingkungan masing-masing. Warga diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan pangkalan yang mematok harga di luar ketentuan resmi.
“Pengawasan distribusi akan terus diperketat guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga di lapangan,” tandasnya.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar