Dubes Tiongkok Wang Lutong Jajaki Kerja Sama PLTSa dan Jembatan Garuda dengan Pemkot Pontianak
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- print Cetak

Dubes Tiongkok Wang Lutong kunjungi Wali Kota Edi Kamtono di Pontianak, Kamis (5/3/2026). Tawarkan kerja sama PLTSa dan dukungan pembangunan Jembatan Garuda. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, mengaku terkesan dengan perkembangan dan penataan Kota Pontianak. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan perdana dan audiensi bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Kantor Wali Kota pada Kamis (5/3/2026) pagi.
Wang Lutong menjelaskan bahwa Pontianak merupakan destinasi yang sangat menarik karena statusnya sebagai pusat perdagangan dan urat nadi ekonomi di Kalimantan Barat. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanannya setelah menghadiri perayaan Imlek Nasional di Jakarta dan Festival Cap Go Meh di Singkawang.
“Kami baru pertama kali datang ke Pontianak, tapi kami melihat infrastruktur dan penataan kotanya sangat baik,” ujar Wang Lutong pada Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wang Lutong secara terbuka menawarkan peluang kerja sama strategis antara Tiongkok dan Pemerintah Kota Pontianak. Salah satu poin utamanya adalah solusi pengolahan limbah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Menurutnya, Tiongkok memiliki teknologi mutakhir untuk mengubah sampah menjadi energi listrik. Ia menyebutkan bahwa beberapa perusahaan negara asal Tiongkok sudah mulai berinvestasi dalam proyek serupa di beberapa wilayah di Indonesia.
“Indonesia secara nasional sudah mengajukan proyek PLTSa dan ada beberapa yang sudah disetujui. Kami memiliki teknologi yang cukup canggih untuk itu,” tuturnya.
Tak hanya soal sampah, Dubes Tiongkok juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan infrastruktur skala besar di Kota Khatulistiwa. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan Jembatan Garuda, proyek prestisius yang diharapkan mampu mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pontianak.
Wang Lutong menilai hubungan bilateral kedua negara saat ini tengah berada di posisi yang sangat baik. Hal ini terlihat dari masifnya investasi Tiongkok di Kalimantan Barat, khususnya pada sektor industri pertambangan dan hilirisasi bauksit.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut hangat tawaran kerja sama tersebut. Edi menekankan bahwa Pontianak memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan kebudayaan Tionghoa, yang kini telah menyatu menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sosial kota.
“Banyak warga Tionghoa di Pontianak yang memiliki sejarah panjang dengan Tiongkok. Mereka telah menjadi warga negara Indonesia dan ikut mewarnai keberagaman di Pontianak,” jelas Edi Rusdi Kamtono.
Edi menambahkan bahwa akulturasi budaya ini tercermin nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kuliner khas hingga arsitektur kelenteng-kelenteng tua. Di Kalimantan Barat, semangat persatuan ini dirangkum dalam filosofi Tidayu.
“Di Kalimantan Barat sendiri dikenal istilah Tidayu yang merupakan akronim Tionghoa, Dayak, dan Melayu sebagai simbol persatuan dan keberagaman masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan diplomatik ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi masuknya investasi teknologi hijau dan percepatan pembangunan infrastruktur yang akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga Kota Pontianak.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar