Pelebaran Jalan Komyos Soedarso Ditunda, Wali Kota Edi Kamtono Ungkap Alasannya
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

Wali Kota Edi Kamtono jelaskan alasan penundaan pengerjaan fisik Jalan Komyos Soedarso. Proyek SPALDT pusat akan menanam pipa besar di sepanjang jalur tersebut. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak memutuskan untuk menunda sementara pengerjaan fisik pelebaran Jalan Komyos Soedarso, Pontianak Barat. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Pontianak Barat di Hotel Golden Tulip pada Selasa (10/2/2026).
Meski anggaran sebesar Rp16,6 miliar telah dialokasikan tahun ini, penundaan tersebut bukan tanpa alasan. Edi menjelaskan bahwa jalur Jalan Komyos Soedarso akan terlebih dahulu digunakan untuk proyek strategis nasional dari pemerintah pusat, yakni pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Daerah Terpadu (SPALDT).
“Program SPALDT akan segera dimulai. Pipa besar akan ditanam dari Nipah Kuning hingga Martapura untuk mengalirkan air limbah rumah tangga ke instalasi pengolahan di eks RPH Sapi. Targetnya 16 ribu sambungan rumah,” jelas Edi Rusdi Kamtono.
Penanaman pipa berukuran besar di bawah badan jalan ini bertujuan untuk mengolah air limbah agar tidak mencemari air tanah, demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jika pelebaran jalan dipaksakan sekarang, maka jalan yang baru dibangun tersebut berisiko rusak kembali saat penggalian pipa dimulai.
“Karena jalur pipa melintasi Jalan Komyos, maka pengerjaan fisik pelebaran jalan baru akan dilakukan secara total setelah proyek SPALDT rampung,” tambahnya.
Selain isu jalan, Edi juga menyoroti beban mobilitas di Pontianak Barat yang sangat tinggi akibat aktivitas pelabuhan. Terdapat empat perusahaan bongkar muat dengan lalu lintas mencapai 450 ribu kontainer per tahun yang melintasi kawasan tersebut. Pemkot pun terus berkoordinasi untuk mendorong relokasi pelabuhan guna mengurangi kemacetan.
Di sisi lain, Pemkot Pontianak tetap memprioritaskan penuntasan jalan paralel Husein Hamzah hingga ke wilayah Sungai Jawi. Saat ini, sebanyak 15 titik lahan sudah siap dibebaskan untuk kemudian dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Wali Kota menegaskan bahwa penataan infrastruktur di Pontianak Barat harus dilakukan secara bertahap namun pasti, menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak dan ketersediaan lahan yang terbatas di wilayah perkotaan.
“Kota ini kita bangun berdasarkan kebutuhan. Jalan, drainase, dan infrastruktur dasar lainnya harus diselesaikan secara bertahap, tapi pasti,” pungkas Edi.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar