Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » News » Kalbar Terima Insentif Rp1 Triliun dari GCF, Gubernur Ria Norsan Kick-off Program RBP REDD+

Kalbar Terima Insentif Rp1 Triliun dari GCF, Gubernur Ria Norsan Kick-off Program RBP REDD+

  • account_circle Tim
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi memulai babak baru dalam pengelolaan lingkungan berbasis kinerja. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meluncurkan program Kick-off Result Based Payment (RBP) REDD+ dari Green Climate Fund (GCF) di Hotel Golden Tulip Pontianak pada Kamis (29/01/2026).

Program ini merupakan bentuk apresiasi dunia atas keberhasilan Kalimantan Barat dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta menekan laju deforestasi pada periode 2014–2016. Atas capaian tersebut, Kalbar memperoleh alokasi insentif fantastis mencapai sekitar Rp1 triliun dari GCF.

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan memberikan refleksi mendalam mengenai kondisi lingkungan di jantung Pulau Borneo yang kini menghadapi tantangan kompleks akibat aktivitas tambang dan penebangan kayu liar.

“Kalau dulu alam kita masih enak, udara segar. Sekarang, tambang ada di mana-mana, penebangan kayu liar terus terjadi, dan kerusakan hutan semakin parah,” ujar Ria Norsan di hadapan para pemangku kepentingan.

Dampak kerusakan hutan tersebut, lanjut Gubernur, kini nyata dirasakan masyarakat melalui cuaca ekstrem, meningkatnya intensitas banjir, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui dana insentif ini, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki ekosistem yang telah rusak.

Dana sebesar Rp1 triliun tersebut dikelola secara transparan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan akan dialokasikan untuk beberapa program strategis, di antaranya:

• Restorasi ekosistem hutan dan mangrove sebagai penyerap karbon.
• Pengelolaan lahan basah dengan fokus perlindungan gambut melalui praktik paludikultur.
• Silvofishery di kawasan mangrove.
• Penguatan pembangunan berkelanjutan untuk memastikan fungsi lindung lingkungan tetap terjaga dalam jangka panjang.

“Dana ini bertujuan untuk memperbaiki ekosistem. Kita ingin menghasilkan lingkungan yang lebih baik agar udara yang kita hirup setiap hari tetap sehat,” tegas Gubernur Norsan.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha di Kalbar yang telah menyediakan kawasan bernilai konservasi tinggi di wilayah operasional mereka. Ia menekankan bahwa wajah bisnis masa depan adalah bisnis yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memuliakan alam.

Menutup arahannya, Ria Norsan berpesan agar dana besar ini dikelola dengan penuh amanah demi masa depan generasi mendatang. Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah nyata mulai sekarang, anak cucu kelak hanya akan mewarisi lingkungan yang rusak.

“Jika alam tidak dijaga mulai sekarang, anak cucu kita hanya akan mewarisi lingkungan yang rusak dan udara yang tidak sehat,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi di Kebun Nangka Parindu: Pria 42 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Temukan Pesan Terakhir di WhatsApp

    Tragedi di Kebun Nangka Parindu: Pria 42 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Temukan Pesan Terakhir di WhatsApp

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Suasana duka menyelimuti Dusun Tunas Lino, Desa Hibun, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, setelah seorang pria berinisial A (42) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis pada Minggu (15/2/2026) malam. Korban ditemukan tergantung di pohon nangka di area kebun miliknya oleh anak kandung dan kerabatnya. Kapolsek Parindu, Ipda N. Ling, membenarkan peristiwa memilukan tersebut. Pihaknya […]

  • Bupati Sujiwo Ancam Cabut Izin Pangkalan Elpiji di Kubu Raya yang Jual di Atas HET

    Bupati Sujiwo Ancam Cabut Izin Pangkalan Elpiji di Kubu Raya yang Jual di Atas HET

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pemilik pangkalan elpiji bersubsidi di wilayahnya. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi pangkalan yang berani menjual gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp18.500. Sanksi berat berupa pencabutan izin usaha telah disiapkan bagi mereka yang terbukti melanggar aturan […]

  • Mutasi Besar Polda Kalbar Dari Kapolresta Pontianak sampai Kabid Humas, Cek Daftar Lengkap Pejabat Barunya!

    Mutasi Besar Polda Kalbar Dari Kapolresta Pontianak sampai Kabid Humas, Cek Daftar Lengkap Pejabat Barunya!

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Gerbong mutasi di tubuh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) resmi bergulir. Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran di Balai Kemitraan Polda Kalbar, Senin (5/1/2026). Rotasi besar-besaran ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1781/XII/KEP/2025 yang bertujuan […]

  • Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar di Kawasan Hutan Nasional

    Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar di Kawasan Hutan Nasional

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam, khususnya yang beroperasi di kawasan hutan nasional. Komitmen itu diwujudkan melalui pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan hukum. Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, […]

  • Tak Ada Toleransi Lagi, Satpol PP Landak Angkut Sisa Lapak Pedagang di Zona Terlarang Pasar Tungkul

    Tak Ada Toleransi Lagi, Satpol PP Landak Angkut Sisa Lapak Pedagang di Zona Terlarang Pasar Tungkul

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Hendri M
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Landak melakukan tindakan tegas dengan menertibkan lapak-lapak pedagang yang nekat melanggar zona larangan berjualan di kawasan Pasar Rakyat, Dusun Tungkul, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang. Operasi pembersihan yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) siang ini melibatkan personel dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Diskumindag, hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak. Meski […]

  • Wagub Kalbar Krisantus Rayu Investor Tiongkok di Jakarta: Wajib Hormati Kearifan Lokal

    Wagub Kalbar Krisantus Rayu Investor Tiongkok di Jakarta: Wajib Hormati Kearifan Lokal

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melakukan manuver strategis untuk menarik modal asing di awal tahun. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri forum bisnis “Your Gateway to Investing in Indonesia” yang mempertemukan para pemodal asal Tiongkok (China) di Centennial Tower, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Dalam pertemuan yang turut dihadiri Advisor vOffice Group, Sandiaga Uno, Wagub […]

expand_less