Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Bumi Pernah Punya Durasi 19 Jam per Hari, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kehidupan

Bumi Pernah Punya Durasi 19 Jam per Hari, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kehidupan

  • account_circle Pontianak Metro
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com – Selama ini, manusia mengenal satu hari di Bumi berlangsung selama 24 jam. Namun, penelitian ilmiah terbaru mengungkap fakta mengejutkan: Bumi pernah memiliki durasi hari hanya sekitar 19 jam, dan kondisi ini bertahan sangat lama, yakni hingga satu miliar tahun.

Temuan tersebut berasal dari studi yang dipimpin Ross Mitchell, geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences. Penelitian ini menelusuri sejarah rotasi Bumi hingga 2,5 miliar tahun lalu dengan menganalisis puluhan catatan geologis berupa batuan sedimen purba.

Dengan menggunakan metode siklostratigrafi, para peneliti mempelajari pola berulang pada lapisan batuan yang merekam perubahan rotasi serta orbit Bumi dari masa ke masa. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlambatan rotasi Bumi tidak terjadi secara stabil, melainkan melalui fase-fase tertentu, termasuk periode “terkunci” yang berlangsung sangat lama.

Salah satu fase paling mencolok terjadi sekitar dua hingga satu miliar tahun lalu, ketika panjang hari di Bumi stabil di kisaran 19 jam, sebagaimana dikutip dari Earth.com, Selasa (30/12/2025).

Menurut Mitchell, fenomena ini dipicu oleh resonansi unik antara dua kekuatan besar: gaya pasang surut atmosfer akibat panas Matahari dan efek pengereman gravitasi Bulan. Kedua gaya tersebut saling mengimbangi, membuat rotasi Bumi seolah berhenti melambat dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Tak hanya berdampak pada dinamika planet, kondisi ini juga berpengaruh besar terhadap evolusi kehidupan. Pada periode tersebut, produksi oksigen global masih didominasi oleh mikroba fotosintetik di perairan dangkal. Durasi siang hari memainkan peran krusial dalam menentukan seberapa banyak oksigen yang dilepaskan ke atmosfer.

Eksperimen menunjukkan bahwa hari yang terlalu singkat justru membuat mikroba menyerap lebih banyak oksigen daripada yang mereka hasilkan. Akibatnya, selama periode hari 19 jam yang stabil, kadar oksigen Bumi cenderung stagnan dan tidak mengalami peningkatan signifikan.

Baru setelah Bumi keluar dari fase resonansi tersebut dan durasi hari perlahan mendekati 24 jam, produksi oksigen meningkat drastis. Tambahan waktu siang memungkinkan fotosintesis berlangsung lebih lama dan lebih intens, membuka jalan bagi kemunculan kehidupan kompleks di planet ini.

Meski peristiwa tersebut terjadi miliaran tahun lalu, rotasi Bumi hingga kini masih terus berubah. Data dari jam atom menunjukkan panjang hari modern dapat berfluktuasi dalam hitungan milidetik, dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, laut, serta pergerakan logam cair di inti Bumi.

Penelitian sebelumnya juga mencatat adanya osilasi rutin setiap 5,9 tahun, serta lonjakan mendadak yang berkaitan dengan perubahan medan magnet Bumi atau fenomena geomagnetic jerks.

Para ilmuwan menilai temuan ini berpotensi mengubah pemahaman tentang dinamika inti fluida Bumi. Studi tersebut juga mengindikasikan bahwa mantel bawah Bumi memiliki daya hantar listrik yang rendah, sehingga membatasi interaksi antara inti dan mantel planet.

Penelitian ini membuka jendela baru untuk memahami proses terdalam Bumi—sebuah misteri besar yang masih terus digali oleh ilmu kebumian modern. (*/)

  • Penulis: Pontianak Metro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Musrenbang Pontianak Kota 2027: Edi Kamtono Fokus Optimalkan Waterfront dan Pasar Tengah

    Musrenbang Pontianak Kota 2027: Edi Kamtono Fokus Optimalkan Waterfront dan Pasar Tengah

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak memberikan atensi khusus terhadap optimalisasi pusat ekonomi dan penataan kawasan strategis dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Pontianak Kota. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa karakter wilayah Kecamatan Pontianak Kota yang menjadi simpul aktivitas perdagangan, jasa, hingga pendidikan menuntut perencanaan yang lebih terpadu dan […]

  • Banjir Terparah di Entikong Sanggau: Sungai Sekayam Meluap Rendam 15 Rumah Hingga 2 Meter

    Banjir Terparah di Entikong Sanggau: Sungai Sekayam Meluap Rendam 15 Rumah Hingga 2 Meter

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Bencana banjir berskala besar melanda wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Jumat (9/1/2026). Curah hujan ekstrem sejak malam hingga pagi hari memicu luapan drastis Sungai Sekayam, merendam sejumlah permukiman warga hingga ketinggian dua meter. Kondisi darurat ini mendorong Polsek Entikong bersama TNI, pemerintah kecamatan, dan BPBD segera bergerak cepat melakukan evakuasi […]

  • Resmi Dilegalkan, Odong-Odong di Singkawang Wajib Beralih ke Roda Empat

    Resmi Dilegalkan, Odong-Odong di Singkawang Wajib Beralih ke Roda Empat

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah progresif dengan meresmikan legalitas operasional angkutan wisata atau yang akrab disapa odong-odong. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Singkawang Nomor 514 Tahun 2025 yang mulai disosialisasikan secara intensif. Lahirnya payung hukum ini membawa angin segar bagi kepastian usaha di sektor pariwisata, namun dibarengi dengan syarat […]

  • Anti-Zonk! Cara Memilih Durian Berkualitas ala Pro: Awam Pun Pasti Bisa Bedakan Manis Pahit Manis Legit

    Anti-Zonk! Cara Memilih Durian Berkualitas ala Pro: Awam Pun Pasti Bisa Bedakan Manis Pahit Manis Legit

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Membeli durian seringkali dianggap seperti berjudi; jika beruntung dapat yang manis dan tebal, jika tidak maka akan mendapat yang hambar atau busuk. Namun, bagi para ahli di Raka Durian, memilih durian berkualitas sebenarnya ada tekniknya. Melalui kanal YouTube resminya (25/11/2025), Raka Durian membagikan panduan praktis bagi masyarakat awam agar tidak lagi salah pilih […]

  • Panduan Amalan Isra Mikraj 2026 Menjemput Keberkahan

    Panduan Amalan Isra Mikraj 2026 Menjemput Keberkahan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com- Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah kenabian Rasulullah Muhammad saw. Pada malam tersebut, beliau diperjalankan dari Masjidilaqsa menuju Sidratulmuntaha untuk menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Berdasarkan kalender Hijriah, peringatan Isra Mikraj 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Dengan demikian, Malam […]

  • 8 Ton Gula Kelapa Kalbar Senilai Rp83 Juta Tembus Pasar Internasional via Entikong

    8 Ton Gula Kelapa Kalbar Senilai Rp83 Juta Tembus Pasar Internasional via Entikong

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Geliat ekonomi di wilayah perbatasan Kalimantan Barat langsung tancap gas di awal tahun 2026. Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong sukses memfasilitasi ekspor perdana komoditas gula kelapa sebanyak 8 ton untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri pada minggu pertama Januari. Produk unggulan daerah ini memiliki nilai ekonomi mencapai Rp83.790.000, yang […]

expand_less