Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » Bersinar » Berapa Kerugian Akibat Banjir di Pontianak? Pemkot dan Universitas Waterloo Kanada Hitung Risiko Ekonomi

Berapa Kerugian Akibat Banjir di Pontianak? Pemkot dan Universitas Waterloo Kanada Hitung Risiko Ekonomi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com – Menghadapi ancaman banjir rob yang semakin sering melanda, Pemerintah Kota Pontianak mulai beralih ke strategi mitigasi berbasis data ilmiah. Bekerja sama dengan Universitas Waterloo Kanada dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Pemkot resmi meluncurkan kajian aktuaria untuk menghitung kerugian dan kerusakan finansial akibat banjir, Kamis (15/1/2026).

Langkah ini diambil di tengah fenomena pasang air laut yang mencapai rekor tertinggi hingga dua meter pada awal Januari 2026, yang melumpuhkan sebagian aktivitas kota.

Selama ini, kerugian banjir seringkali hanya dilihat dari kerusakan fisik infrastruktur. Namun, melalui kajian aktuaria—ilmu yang biasa digunakan dalam asuransi untuk menghitung risiko—kerugian akan dipetakan secara komprehensif, mencakup dampak sosial, ekonomi, hingga penurunan nilai aset jangka panjang.

“Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut tidak bisa lagi ditangani hanya dengan meninggikan jalan. Kita perlu data akurat mengenai besaran kerugian finansial agar kebijakan mitigasi dan pembiayaan iklim ke depan lebih tepat sasaran,” tegas Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Wali Kota menyebutkan, topografi Pontianak yang datar membuat aliran air sangat bergantung pada pasang surut Sungai Kapuas. Pada Januari ini, air tidak hanya menggenangi jalan tetapi sudah masuk ke ribuan rumah warga.

“Kajian ini akan menjadi dasar rujukan bagi pemerintah kota hingga kementerian untuk perencanaan jangka panjang, termasuk kemungkinan membangun infrastruktur perlindungan banjir berskala besar,” tambahnya.

Perwakilan Universitas Waterloo, Prof. Stefan Steiner, menjelaskan bahwa studi ini didanai oleh program Fincapes. Selama sembilan bulan ke depan, tim akan mengombinasikan survei lapangan, data primer, dan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memahami realitas sosial di Pontianak.

“Tujuan utama kami adalah menjembatani sains dengan kebijakan. Dengan memahami besaran risiko finansial, pemerintah daerah dapat merancang strategi pembiayaan dan perlindungan yang lebih berkelanjutan,” jelas Prof. Steiner.

Ia juga menilai Pontianak merupakan contoh penting bagi kota-kota dataran rendah dunia yang terancam tenggelam akibat perubahan iklim. Hasil kajian ini nantinya diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik risiko serupa.

Selain faktor alam, Edi Kamtono mengingatkan bahwa pembangunan di wilayah sekitar seperti Kubu Raya dan Mempawah, serta kerusakan di hulu sungai, turut memperparah pola banjir di Pontianak. Oleh karena itu, hasil kajian aktuaria ini diharapkan menjadi alat lobi ke pemerintah provinsi dan pusat guna melakukan penanganan banjir yang terintegrasi secara lintas batas wilayah.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Tim Redaksi
  • Sumber: Prokopim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambisi Norsan: Cetak SDM Kaliber Singapura Lewat Kehadiran Sekolah Harapan Bangsa

    Ambisi Norsan: Cetak SDM Kaliber Singapura Lewat Kehadiran Sekolah Harapan Bangsa

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka lembaran baru dunia pendidikan di Bumi Khatulistiwa dengan meresmikan operasional Sekolah Harapan Bangsa (SHB) pada Senin (12/1/2026). Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis pemerintah dalam mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam sambutannya di Aula Sekolah Harapan Bangsa, […]

  • Polisi Amankan Joki dan 6 Motor “Trondol” di Kubu Raya Usai Warga Lapor via Instagram Bupati

    Polisi Amankan Joki dan 6 Motor “Trondol” di Kubu Raya Usai Warga Lapor via Instagram Bupati

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Aksi adu kecepatan ilegal di Jalan Angkasa Pura, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, akhirnya terhenti di tangan aparat. Sebanyak 6 unit sepeda motor beserta joki dan pemiliknya berhasil diamankan jajaran Polres Kubu Raya pada Minggu (25/1/2026). Penangkapan ini bermula dari “curhatan” warga yang resah dengan aktivitas berbahaya tersebut. Masyarakat memilih melaporkan aksi […]

  • KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyalahgunaan kuota tambahan ibadah haji tahun 2024. Dalam perkara yang sama, KPK juga menetapkan staf khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz, sebagai tersangka. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penetapan tersangka tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pimpinan KPK […]

  • Rencana Pelebaran Jalan Imbon dan Adis Hingga 6 Meter, Pemkot Siap Sinergi dengan Pemprov Atasi Kemacetan

    Rencana Pelebaran Jalan Imbon dan Adis Hingga 6 Meter, Pemkot Siap Sinergi dengan Pemprov Atasi Kemacetan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan secara masif di wilayah Kecamatan Pontianak Tenggara. Salah satu poin strategis yang menjadi sorotan adalah rencana pelebaran dua ruas jalan utama berstatus provinsi, yakni Jalan Adi Sucipto (Adis) dan Jalan Imam Bonjol (Imbon). Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan […]

  • Simfoni Cinta di Parindu: Penampilan Memukau Judika dan Hijau Daun di Sanggau Berjalan Aman dan Tertib

    Simfoni Cinta di Parindu: Penampilan Memukau Judika dan Hijau Daun di Sanggau Berjalan Aman dan Tertib

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Panggung hiburan di Kabupaten Sanggau mencapai puncak kemeriahannya lewat gelaran Pusat Damai Fest 2026 bertajuk Shimphoni Of Heart. Ribuan pasang mata menjadi saksi penampilan memukau dua bintang besar nasional, Judika dan Hijau Daun di Sanggau, pada Sabtu (14/2/2026). Bertempat di Halaman Rumah Betang Ompuk Hibun Panu, Dusun Serarong, Kecamatan Parindu, konser ini berhasil […]

  • Tahanan Rumah Melarikan Diri ke Entikong, Legalitas Penangguhan Penahanan Liu Xiaodong Dipertanyakan

    Tahanan Rumah Melarikan Diri ke Entikong, Legalitas Penangguhan Penahanan Liu Xiaodong Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Kaburnya tersangka warga negara asing (WNA) asal China, Liu Xiaodong, dari status tahanan rumah menuai sorotan tajam. Penasihat hukum PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Wawan Ardianto, mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak lain karena dinilai telah memenuhi unsur pidana. Menurut Wawan, pelarian Liu Xiaodong tidak mungkin dilakukan seorang […]

expand_less