Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pembalakan Liar Pemicu Banjir Bandang Aceh Tamiang

Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pembalakan Liar Pemicu Banjir Bandang Aceh Tamiang

  • account_circle Pontianak Metro
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.com – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri turun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk mengusut dugaan pembalakan liar dan kerusakan lingkungan yang diduga kuat menjadi pemicu banjir bandang di wilayah tersebut.

Penyelidikan difokuskan pada alur sungai yang membawa gelondongan kayu dalam jumlah besar hingga ke kawasan permukiman warga, menyebabkan kerusakan rumah serta fasilitas umum. Tim penyidik menelusuri kemungkinan adanya aktivitas ilegal di kawasan hulu sungai.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menjelaskan, pihaknya melakukan identifikasi dan pencocokan kayu-kayu yang ditemukan di sekitar Pesantren Darul Mukhlisin dengan kondisi hutan di wilayah hulu sungai.

“Kami mencocokkan kayu-kayu yang ada di lokasi terdampak dengan kondisi di daerah hulu untuk memastikan asal muasal material tersebut,” ujar Irhamni, Selasa (6/1/2026).

Selain temuan kayu gelondongan, tim Dittipidter juga menemukan sedimentasi dalam volume sangat tinggi di sejumlah titik terdampak. Kondisi ini dinilai memperparah dampak banjir hingga merusak bangunan warga dan fasilitas publik.

“Sedimentasi yang luar biasa di TKP Darul Mukhlisin dan sekitarnya menjadi salah satu faktor utama kerusakan rumah dan fasilitas umum di Aceh Tamiang,” jelasnya.

Dalam pengembangan penyelidikan, tim Polri turut menelusuri wilayah Desa Pante Kera, Kabupaten Aceh Timur, hingga Kecamatan Simpang Jernih. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan debit air sungai yang tetap tinggi, curah hujan lebat, serta banyaknya kayu berserakan di sepanjang sungai dan badan jalan.

Irhamni menegaskan bahwa Kecamatan Simpang Jernih juga masuk dalam wilayah terdampak bencana. Dugaan sementara, sumber kerusakan lingkungan berasal dari kawasan hulu di Kampung Lesten, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, serta Desa Lokop, Kabupaten Aceh Timur.

“Identifikasi awal mengarah pada aktivitas pembukaan lahan di kawasan hutan lindung, termasuk hutan lindung serba guna dan hutan lindung Simpang Jernih. Kami tengah mengumpulkan alat bukti untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, penyelidik juga mendalami dugaan pelanggaran lingkungan hidup terkait pembukaan lahan tanpa dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup). Aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi memicu longsor dan banjir bandang.

“Pembukaan lahan yang legal wajib memiliki UKL-UPL. Di dalamnya diatur batasan kemiringan lahan. Area dengan kemiringan di atas 40 derajat tidak boleh dibuka karena berpotensi menimbulkan longsor dan sedimentasi,” jelas Irhamni.

Menurutnya, sedimentasi dari wilayah hulu menyebabkan sungai kehilangan daya tampung. Akibatnya, hujan dengan intensitas singkat sekalipun dapat memicu banjir besar di wilayah hilir, termasuk di kawasan Kuala Simpang.

“Lumpur dari hulu masuk ke rumah warga dan sungai mengalami pendangkalan parah. Inilah indikasi kuat adanya dugaan tindak pidana lingkungan hidup,” pungkas Irhamni. (*/)

  • Penulis: Pontianak Metro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengabdian Sunyi PPSU Pontianak: Dari Sapu Jalan Hingga Panggilan ke Tanah Suci

    Pengabdian Sunyi PPSU Pontianak: Dari Sapu Jalan Hingga Panggilan ke Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Di balik predikat Pontianak sebagai kota yang bersih dan nyaman, ada tangan-tangan dingin yang bekerja dalam sunyi sebelum fajar menyingsing. Salah satunya adalah Satiman (54), seorang petugas penyapuan jalan yang telah mengabdikan dirinya selama 33 tahun untuk menjaga wajah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat ini tetap asri. Bagi Satiman, setiap ayunan sapu di […]

  • Pemkot Pontianak dan UM Pontianak Perpanjang Kerja Sama, Fokus Tangani Sampah hingga Kawasan Kumuh

    Pemkot Pontianak dan UM Pontianak Perpanjang Kerja Sama, Fokus Tangani Sampah hingga Kawasan Kumuh

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak resmi memperpanjang perjanjian kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) guna memperkuat kolaborasi di berbagai sektor strategis. Penandatanganan kesepakatan ini berlangsung di Ruang VIP Kantor Wali Kota pada Selasa (10/3/2026). Sinergi ini difokuskan pada empat bidang utama, yakni pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, serta pengembangan ekonomi masyarakat. Selain itu, kerja […]

  • Nasib Apes ‘Blukar’ Facebook: Jadi Kurir Sabu ‘Bahan Telok’ Demi Rp100 Ribu, Berakhir di Sel!

    Nasib Apes ‘Blukar’ Facebook: Jadi Kurir Sabu ‘Bahan Telok’ Demi Rp100 Ribu, Berakhir di Sel!

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Geliat jual beli di media sosial Facebook ternyata menjadi kedok bagi MN (37) untuk terjun ke dunia gelap narkotika. Pria yang sehari-hari dikenal sebagai ‘blukar’ atau makelar barang bekas ini harus berurusan dengan Tim Labubu Satresnarkoba Polres Kubu Raya setelah tertangkap basah membawa paket sabu seberat 6,45 gram. Ironisnya, MN nekat mempertaruhkan masa […]

  • Tradisi Lebaran di Pontianak, 229 Meriam Karbit Siap Menggelegar di Tepian Kapuas

    Tradisi Lebaran di Pontianak, 229 Meriam Karbit Siap Menggelegar di Tepian Kapuas

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Tradisi menggelegar di tepian Sungai Kapuas dipastikan kembali hadir menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini. Sebanyak 229 unit meriam karbit yang tersebar di 37 titik lokasi telah disiapkan untuk memeriahkan malam kemenangan di Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut hangat kembalinya permainan rakyat ini sebagai identitas budaya yang ikonik. Menurutnya, […]

  • Buat Stadion Baru Standar Nasioanl, Pemprov Kalbar Bidik Lahan 20 Hektare di Kubu Raya

    Buat Stadion Baru Standar Nasioanl, Pemprov Kalbar Bidik Lahan 20 Hektare di Kubu Raya

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Harapan besar bagi kebangkitan prestasi sepak bola di Kalimantan Barat mulai menemui titik terang. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan rencana ambisius untuk membangun sebuah stadion baru berstandar nasional guna mendukung ekosistem olahraga di daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur usai membuka secara resmi kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Zona Kalbar Tahun 2026 di […]

  • Jadwal Gawai Naik Dango 3 Kota Pontianak: Jaga Kearifan Leluhur, DAD Lebih Semarak

    Jadwal Gawai Naik Dango 3 Kota Pontianak: Jaga Kearifan Leluhur, DAD Lebih Semarak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Gawai Adat Dayak atau Gawai Naik Dango ke-3 Kota Pontianak akan segera menyapa warga. Pesta budaya tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai tanggal 20 hingga 26 April 2026. Ketua Umum DAD Provinsi Kalimantan Barat, Cornelius Kimha, menargetkan penyelenggaraan tahun ini akan berlangsung […]

expand_less